Jumat, 13 November 2015

ilmu budaya dasar - manusia dan penderitaan

MANUSIA DAN PENDERITAAN
A.  Pengertian penderitaan dan contohnya
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta yaitu dhra yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan pendritaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dari-Nya. Untuk itu pada umunya manusia telat diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, itu dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur.
Baik dalam Al Quran maupun kitab suci agama lain banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan yang dialami oleh manusia atau berisi peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. Tetapi umumnya manuusia kurang memperhatikan peringatan tersebut, sehingga manusia mengalami penderitaan.
Menurut agar penderitaan itu adalah teguran dari tuhan. Pederitaan ada yang ringan dan bear, contoh penderitaan yang ringan adalah ketika seseorang mengalami kegagalan dalam menggapai keinginannya. Sedangkan contoh dari penderitaan berat adalah ketika seorang manusia mengalami kejadian pahit dalam hidupnya hingga is merasa tertekan jiwanya sampai terkadang ingin mengakhiri hidupnya.

B.    Pengertian siksaan dan 3 siksaan yang sifatnya psikis
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan/jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rphani. Akibat siksaan yang dialami seseorang timbullah penderitaan. Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanto, yaitu siksaan bagi rang-orang musyrik, syirik, dengki, mefitnah, mencuri, makan harta anak yatim dsb. Antara lain ayat 40 surah Al Ankabut :”masing-masing bangsa itu kami siksa dengan ancaman siksaan, karena dosa-dosanya. Ada diantara kami hujani dengan batu-batu kecil seperti  kaum Aad, ada yang diganyang dengan halilintar bergemuruh dahsyat seperti kaum Tsamud, ada pula yang kami benamkan kedalam tanah eperti Qorun, dan ada pula yang kami tenggelamkan seperti kaum Nuh.” Dengan siksaan-siksaan itu, Allah tidak akan menganiaya mereka, namun mereka jualah yang mengaaniaya diri sendiri karena dosa-dosanya.
Siksaan yang bersifat psikis :
                                           I.            Kebimbangan : dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Akibatnya orang tersebut berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu. Bagi orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan akan lama dialami, sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi keadaan berbalik bagi orang yang kuat berpikirnya.
                                        II.            Kesepian : merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Kesepian tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti petapa. Kesepian jga salah satu wujud dari sikaan yang dialami sesorang.
                                     III.            Ketakutan : dapat menyebabkan seseorang mengalami sikaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Ketakutan dapat timbul walaupun di lingkungan ramai, sebab ketakutan merupakan hal yang sifatnya psikis. Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain :
a)    Claustrophobia dan Agoraphobia : takut terhadap ruangan tertutup.
b)    Gamang : takut terhadap tempat yang tinggi.
c)     Kegelapan : takut bial berada di tempat gelap.
d)   Kesakitan : ketaukan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
e)     Kegagalan : ketakutan karena meraa apa yang akan dilakukan mengalami kegagaln.

C.   Penyebab seeorang merasa ketakutan
Ahli-ahli medis mempunyai pendapat yang berbeda-beda dan banyak penderita  yang mempunyai teori tentang asal mula dari ketakutan mereka. Kebanyakan phobianya dimulai dengan shock emosional atau suatu tekanan pada waktu tertentu. Beberpa penderita mengatakan bahwa mereka gelisah dan tertekan sejak masih kanak-kanak, tetapi phobia juga dapat berkembang dalam diri orangorang yang kelihatannya tenang dan mantap.
Umumnya ada dua aliran tentang phobia. Ahli-ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phonia adalah suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problemnya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pngobatan. Kebanyakan ahli-ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus sehinggan membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.

D.  Pengertian kekalutan mental, gejala-gejala kekalutan mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi diknal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
                                           I.            Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
                                        II.            Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. 

E.    Tahap-tahap gangguan kejiwaan, sebab-sebab kekalutan mental
Tahap-tahap gangguan kejiwaan :
                                           I.            Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si pendrita aik jasmani maupun rokhaninya
                                        II.            Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah.
                                     III.            Kekalutan meruakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
                                           I.            Kepribadian yang lemah, akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
                                        II.            Terjadinya konflik sosial budaya, akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat.
                                     III.            Cara pematangan batin, yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.

F.    Hubungan antara penderitaan dan perjuangan
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik secara berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga enderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan.
Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup.  Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Kita sebagai manusia hanya bisa merencakan namun Tuhanlah yang menentukan hasilnya.

G.  Hubungan antara penderitaan, media masa dan seniman
Berita mengenai penderitaan manusia silih brgnati mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat radio, dengan maksud agar semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikian dapat mengunggah hati manusia untuk berbuat sesuatu.
Media massa adalah alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat luas. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia, terutama bagi mereka yang simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari karya tersebut.

H.  Sebab-sebab timbulnya penderitaan dan pengaruh jika mengalami penderitaan
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
                                            I.            Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain, manusia lah yang dapat memperbaiki nasibnya. Perbedaan nasib buruk dan takdir, kalau takdir Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya. Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungannya juga menyebabkan penderitaan manusia. Tetapi manusia tidak mneyadari hal ini. Mungkin itu baru timbul setelah msibah yang membuat manusia menderita.
                                         II.            Penderitaan yang timbul karena penyakit, sikssaan / azab Tuhan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Salah satu contoh penderitaan yang dialami manusia adalah seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanya. Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa. Walaupun tidak dapat melihat namun mata hatinya terang benderang. Karena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di Universitas, dan akhirnya memperoleh gelar Doktor di Universitas Dsarbone Prancis. Dia adalah Prof.Dr.Thaha Husen, Guru besar Universitas di Kairo, Mesir.
                   Pengaruh penderitaan :
                                            I.            Pengaruh negatif
Orang yang mengalami penderitaan mungkin memperoleh pegaruh bermacam-macam sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap negatif, misalnya penyelesaian karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa atau ingin bunuh diri.
                                         II.            Pengaruh positif

Orang yang mengalami penderitaan mungkin juga akan memeperoleh sikap positif dalam dirinya. Sikap positif adalah sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan hanya rangkaian penderitaan, melainkan juga perjuangan membebaskan diri dari penderitaan.  Penderitaan juga bisa menjadi intropeksi diri bagi diri kita agar bisa mengoreksi semua kesalahan yang ada dalam diri kita agar kehidupan kita jauh lebih baik.

ilmu budaya dasar - manusia dan keindahan

MANUSIA DAN KEINDAHAN
A.  Pengertian keindahan, perbedaan keindahan suatu kualitas abstrak dan sebuah benda tertentu yang indah
Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dsb. Keindahan identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatannya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah.
Keindahan bersifat universal, artinya keindahan yang tak terikat oleh selera erorangan, waktu, tempat atau daerah tertentu, bersifat menyeluruh. Segala sesuatu yang memepunyai sifat indah antara lain segalah hasil seni, pemandanga alam, manusia dengan segala anggota tubuhnya dan lain sebagainya. Dalam bahasa Latin, keindahan diterjemahkan dari kata “bellum . Akar katanya adalah “benum yang berarti kebaikan. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan kata   “beautiful” , Prancis  “beao” sedangakan Italy dan Spanyol  ”beloo”.
Dalam arti luas meliputi keindahan hasil seni, alam, moral dan inteektual. Dan dalam arti stetik keindahan mencakup pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya degan segala esuatu yang diserapnya. Sedangkan dalam arti terbatas keindahan sangat berkaitan dengan keindahan bentuk dan warna.
Sesungguhnya keindahan itu memang merupakan suatu peroalan filsafati yang jawabannya beraneka ragam. Salah satu jawaban mencari ciri-ciri umum yang ada pada semua benda yang dianggap indah dan kemudian menyamakan ciri-ciri atau kwalita hakiki itu dngan pengertian keindahan. Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan(unity), keselarasan(harmony), kesetangkupan(symmerty), keseimbanagan(balance) dan perlawanan(constrast).

B.    Keindahan seluas-luasnya, bedakan nilai ekstrinsik dan intrinsik
Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :
                               I.            Keindahan dalam arti luas, menurut Aristoteles keindahan ebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
                            II.            Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya.
                         III.            Keindahan dalam arti terbatas, yaitu yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna.
Keindahan identik dengan kebenaran, keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertabah yang tidak mengandung kebenaran tidak indah. Ada 2 nilai pentig dalam keindahan :
                                           I.            Nilai ekstrinsik : nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
                                        II.            Nilai intrinsik : sifat baik yang terkandug di dalam atau apa yang merupakan tuuan dari sifat baik tersebutt. Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.

C.   Pengertian tentang kontemplasi dan ekstensi
Keindahan dapat dinikmati menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan ynag didasarkan pada selera seni didukung oleh faktorkotemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah daar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Sesuatu yang indah itu emikat atau menarik perhatian orang yang melihat, mendengar.
Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangakn ekstansi merupakan faktor pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan. Larena derajat kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda anatar setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda. Bagi seorag seniman seler seni lebih dominan dibandingakn dengan orang biasa. Bagi orang biasa mungkin faktor ekstani lebih menonjol. Jadi, ia lebih suka menikmati karya seni daripada menciptakan karya seni.

D.  Teori-teori dalam renungan dan teori-teori keserasian
Teori dalam renungan :
                                           I.            Teori Pengungkapan
Dalam teori ini “art is an expression of human feeling” (seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Teori ini berkaitan dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.
Tokoh teori ekspres yang terkenal adalah Benedeto Croce(1886-1952), beliau mengatakan teori ini sama dengan intuition. Institusi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentang hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan(images).
Tokoh lainnya adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni memeunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu keudian diungkapkan dala kata-kata sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.
                                        II.            Teori Metafisik
Merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya sebagian membaha etetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mengendalikan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita ilahi.
dalam zaman modern suatu teori seni lainnya yang juga becorak metafisis dikemukakan oleh Arthur Schopernhauer (1788-1860). Menurut beliau seni adalah suatu bentuk dari pemahaman teradap realiat. Dan realita yang sejati adalah suatu keinginan (will) yang sementara. Dunia obyektif sebagai ide hanyalah wujud luar dari keinginan itu.
                                     III.            Teori Psikologis
Teori-teori metafisis diatas dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebgian ahli estetik menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan memergunakan metode-metode psikologis.
Salah satu teori tentang sumber seni ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer(1820-1903). Menurut Schiller, asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan semacam permainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Bagi Spencer, permainan itu berperanan untuk mencegah kemapuan-kemampuan mental manusia menganggur dan kemudia menciut karena disia-iakan.
Teori lainnya ialah teori penandaan (signification Theory) yang memandang seni sebagai suatu lambang tau tanda dari perasaan manusia. Simbol atau tanda yang menyerupai atau mirip dngan bendayang dilambangkan disebut iconic sgin (tanda serupa), misalnya adalah tanda lalu lintas yang memperingatkan jalan dengan keadaan jalan yang berkelok-kelok dengan semacam huruf Z adalah suatu tanda yang serupa atau mririp dengan keadaan yang dilalui.
          Teori dalam keserasian :
                                           I.            Teori Obyektif dan Teori Subyektif
The Liang Gie dalam ukunya garis besar estetika menjelaskan, bahwa dalam mencipta seni ada dua teori yakni teori obyektif dan teori subyektif.
Teori obyektif berpendapat, bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menipta nilai estetik adalah sifat (kualita) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Pengamatan orang hanyalah mengungkapkan sifat-sifat indah yang sudah ada pada seustau benda dan sama sekali tidak berpengaruh untuk menghubungkan. Yang menjadi masalah ialah ciri-ciri khusus manakah yang membuat benda dianggap bernilai estetik. Ada yang berpendapat bahwa nilai estetik itu tercipta dengan terpenuhinya asas-asas tertentu mengenai bntuk pada sesuatu benda.
Teori subyektif, menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati sesuatu benda. Adanya keindahan semata-mata tergantung pada pencerapan dari si pengamat itu. Yang tergolong teori subyektif ialah yang memandang keindahan dalam suatu hubungan di antara suatu benda dengan alam pikiran sesorang yang mengamatinya seperti misalnya yang berupa meyukai atau menikmato benda itu.
                                        II.            Teori Perimbangan
Teori obyektif memendang keindahan sebagai suatu kwalita dari benda-benda; kwalita bagaimana yang menyebabkan sesuatu benda disebut indah telat dijawab oleh bangsa Yunani Kuno dengan teori perimabangan yang bertahan sejak abad 5 sebelum Masehi sampai abad 17 di Eropa.
Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. Keindahan dianggap sebagai kwalita dari benda-benda yang disusun (yakni mempunyai bagian-bagian). Hubungan dari bagian-bagian yang menciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perimbangan atau perbandingan angka-angka.

Bangsa Yunani menemukan bahwa hubungan-hubungan matematik yang cermat sebagaimana terdapat dalam ilmu ukur dan berbagai pengukuran proporsi ternyata dapat diwujudkan dalam benda-benda bersusun yang indah. Bahak Pythagoras yang encetuskan teori proporsi itu memenukan bahwa macamnya nada yang dikeularkan oleh seutas senar tergantung pada panjang senar. Menurut teori proporsi ini keindahan terdapat dalam suatu benda yang bagian-bangiannya yang mempunyai hubungan satu sama lain sebagai bilangan-bilangan kecil.teori perimbangan berlaku selama 22 abad. Teori tersebut runtuh karena desakan dari filsafat emprisme dann aliran-aliran termasuk dalam seni. Bagi mereka keindahan hanyalah kesan yang subyektif sifatnya. Keindahan hanya ada pada pikiran orang yang menerangkannya dan setiap pikiran melihat suatu keindahan yang berbeda-beda. Karena itu tidak mungkin disusun teori umum tentang keindahan.

ilmu budaya dasar - manusia dan cinta kasih

MANUSIA DAN CINTA KASIH
A.  Pengertian cinta kasih
Menurut kamus umum bahasa indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta alah rasa sangkat suka atau sayang, ataupun sangkat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Sehingga cinta kasih itu dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.  

B.    3 unsur dalam cinta, 3 tingakatan dalam cinta, 3 unsur dalam cinta segitiga
Cinta memiliki 3 unsur, yaitu :
                               I.            Keterikatan : adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan prang lain kecuali dengan dia, ada uang sedikit beli hadiah untuk dia.
                            II.            Keintiman : adanya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara ada dengan dia sudah tidak ada jarak agi panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan sekedar nama atau sebutan sayang.
                         III.            Kemesraan : adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen rindu kalo jauh atau lama tak bertemu.
Cinta memiliki 3 tingkatan, yaitu :
                               I.            Tinggi : cinta kepada Allah, rasulullah dan berjihad di jalan Allah.
                            II.            Menengah : cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat.
                         III.            Rendah : cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
Unsur dalam cinta segitiga :
Gambar
                               I.            Intimasi : aspek emosi dari cinta. Intimasi apda awal hubungan tumbuh dengan baik, tapi kalau tidak dirawat bisa menurun ke titik nol. Bisa komunikasi tidak bertumbuh dengan baik maka intimasi menjadi mati.
                            II.            Passion/gairah : sisi motivasi dari cinta segitiga itu. Sisi gairah ini punya peranan penting bagi erkembangan fisiologis dan keinginan yang kuat utuk bersatu dengan yang dicintai. Ini cepat berkembang dan bisa juga cepat mati.
                         III.            Komitmen : sisi kognitif dari cinta. Komitemen adalah tekad untuk memelihara cinta. Kuncinya salig mengenal dan menghargai. Bila relasi melemah maka komitmen juga cenderung melemah.

C.   Bentuk cinta menurut ajaran agama
Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agama. Tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini. Di sau pihak, cinta didengungkan lewat lagu dan organisasi perdamaian ddunia, tetapi di pihak lain dalam prakek kehidupan cinta sbagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan. Atas dasar ini, agama memberikan ajaran cinta kepada manusia.
                               I.            Cinta diri
Cinta diri kaitannya dengan menjaga diri. Manusia senang untu tetap hidup, mengembangkan potensi dirina, dan mengaktualisasikan diri. Ia pun mencintai segala sesuatu yang endatangkan kebaikan pada dirinya dan membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan engaktualisasikan diri. Al-Qur’an telah menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindari dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya. Maka dari itu manusia memohon agar dikaruniai harta, kesehatan dan berbagai kebaikan dalam hidunya. Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidaklah terlalu berlebih-lebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebajikan kepada mereka,
                            II.            Cinta kepada sesama manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, maka harus membatasi cintanya pada diri sndii dan egoismenya. Hendakna ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain. Allah memberi isyarat tentang kecintaan pada dirinya sendiri, entah itu pada saat kesusahan maupun kebaikan. Keimanan yang bisa menyeimbangkan antara cintanya kepada diri sendiri dan cintanya kepada orang lain. Al-Qur’an juga menyeru kepada orang-orang agar saling mencintai seperti cinta merekapada diri mereka sendiri.
                         III.            Cinta seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih syang, keserasian, dan kerjasama antara suami dan istri. Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksualah terbentuk keluarga dari kelurga terbentuk masyarakat dan bangsa. Dengan demikan bumi pun menjadi ramai, bangsa-bangsa saling kenal mengenal, kebudayaan berkembang, dan ilmu pengethuan dan industri menjadi maju. Islam mengakui dorongan seksual dan tidak engingkainya. Yang diseruka islam hanyalah pengendalian dan penguasaan cinta ini, dengan cara yang sah, yaitu perkwinan.
                        IV.            Cinta kebapakan
Meningat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang mnghubungkan si ibu dengan anak-anaknya, maka para ahli ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisilogis seperti halnya dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anakanya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggaan, dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia.
                           V.            Cinta kepada Allah
Puncak cinta manusia, yang paling bening, jernik dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dam kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditujukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dala kehidupannya dan menundukkan semua nentuk kecintaan lainnya.
                        VI.            Cinta kepada Rasul
Cinta kepada rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai Rasulullah yang telah menanggung derita dakwah islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar di seluruh pnjuru dunia, dan membawa kemanusiaan dari kekelaman kesesatan menuju cahaya petunjuk.

D.  Ayat al-quran tentang cinta
1.     “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. (Al-Fatihah: 1)
2.     “Katakanlah (Wahai Rasulullah), Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. (Ali Imron: 31)
3.     “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik”. (Ali Imron:14)
4.     “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu Yang menciptakan kamu dari satu jiwa dan darinya Dia menciptakan jodohnya, dan mengembang-biakan dari keduanya banyak laki-laki dan perempuan; dan bertakwalah kepada Allah swt. yang dengan nama-Nya kamu saling bertanya, terutama mengenai hubungan tali kekerabatan. Sesungguhnya Allah swt. adalah pengawas atas kamu”. (An Nisa: 2)
5.     “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. (Ar-Ruum: 21)
6.     “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah Swt akan mengkayakan mereka. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui”. (An Nur: 32)
7.     “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah”. (Adz Dzariyaat: 49)

E.    Pengertian kasih sayang
Menurut kamus bahasa Indonesia karangan W.J.S.Poerwadarminta, kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaam cinta atau perasaan suka kepada sesorang. Dalam kehidupan nerumah tangga, kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang, masing-masing pihak dituntut tanggug jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Jika salah satu unsur tersebut hilang, misalnya dalam unsur tanggung jawab,maka retaklah keutuhan rumah tangga itu
Kasih sayang tidak hanya dirasakan oleh suami istri atau anak-anak yang telat dewasa, melainkan bayi yang masih merah pun dapat merasakan kasih sayang dari ayah dan ibunya. Bayi yang masih merah telat dapat mengenal suara atau sentuhan tangan ayah ibunya. Bagaimana sikap ibunya memegang telat dikenalnya. Hal ini karena sang bayi telah mempunyai kepribadian. Kasih sayang adalah dasar komunikasi dalam suatu keluarga.

F.    Macam-macam cinta kasih dari orang tua dan contohnya
                               I.            Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif
Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral-materiil engan sebanyak-banyaknya dan si anak meneima saja tanpa memberikan respon. Ini menyebabkan si anak menjadi takut, kurang berani, minder sehingga anak idak dapat berdiri sendiri di dalam masyarakat.
                            II.            Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
Dalam hal ini si anak berlebihan memberikan kasih sayang terhadap orang tuanya, kasih sayang ini diberikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak, tidak memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.
                         III.            Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
Disini jelas bahwa masing-masing membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri-sendiri tanpa saling memperhatikan. Kehidupan keluarga sangat dingin, tidak ada kasih sayang, orang tua hanya memenuhi dala bidang materi saja.
                        IV.            Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyakmya. Sehingga hubungan orang tua dan anak sangat intim dan mesra, saling mencintai, saling menghargai, saling membutuhkan.

G.  Pengertian kemesraan dan puisi nya
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Kemampuan mencinta memeberi nilai hidup kita dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.
Kemesraan dapat menimbulkann daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya. Rendra dalam puisinya “Episode” misalnya, melukiskan betapa kemesraan cinta merasuk kedalam jiwa dua sejoli muda-mudi yang sedang menjalin cinta.
          Kami duduk berdua
          di bangku halaman rumahnya
          pohon jambu di halaman itu
         
          berbuah dengan lebatnya
          dan kami senang memandangnya
          angin yang lewat
memainkan daun yang berguguran
tiba-tiba ia bertanya
“mengapa sebuat kancing bajumu
lepas terbuka?”
aku hanya tertawa
lalu ia sematkan dengan mesra
sebuah peniti menutup bajuku
sementara itu
aku bersihkan
guguran bunga jambu
yang mengotori rambutnya

H.  Pengertian pemujaan
Pemujaan adlah salah satu manifetasi cinta manusia kepada Tuhannya ang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan kepada Tuhan tidak dapat dipisahka dari kehidupan manusia. Hal ini karean pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Itu terjadi karena Tuhan mencipta alam semesta tetapi juga penghancur segalanya. Karean itulah, bahwa pemujaan kepada Tuhan adalah bagian dari hidup manusia, karena Tuhan pencipta emsta termauk manusia itu sendiri.
Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan situasi. Sholat di rumah/ masjid, sembahyang di pura, di candi, di gereja bahkan di tempat keramat yang dianggap perwujudan dari Tuhan. Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Hal ini berarti manusia memohon ampun atas segala dosanya, mohon perlindungan, mohon dilimpahkan keijaksanaan agar ditunjukkan jalan yang benar, mohon sitambahkan segala kekurangan yang ada padanya, dan lain-lain.
Bila setiap hati manusia memuja ebesarannya-Nya dan selalu memohon apa yang kita inginkan, dan Tuhan selalu mengabulkan pemintaan umat-Nya, maka wajarlah cinta manusia kepada Tuhan adalah cinta mutlak. Cinta yang tak dapat ditawar lagi. Alangkah besar dosa kita jika kita tidak mencintai-Nya, meskipun hanya sekejap. 

I.       Pengertian dsn cara menumpahkan belas kasih
Belas kasihan adalah emosi manusia yang muncul akibat peneritaan orang lain. Lebih kuat daripada empati, perasaan ini biasanya memunculkan usaha mengurangu penderitaan orang lain. Di dalam kehidupan nyata, jika kita tidak bisa mengubah konsep mementingkan diri sendiri yang terbentuk sejak lahir ini, sudah pasti kita tidak akan bisa mmperlakukan orang lain dengan belas kasih. Setelah benar-benar masuk dalam jalan kultivasi, baru berangsur-angsur memahami makna belas kasih.
Hati yang berbelas kasih bisa menghubungkan energi dan menginisiasi energi yang tanpa batas. Belas kasih itu sendiri merupakan suatu medan energi yangsangat besar. Seberapa besar kelapangan dada sesorang, seberapa besar pula energi yang bisa dia dapatkan. Jika seseorang selalu memiliki hati belas kasih, maka kelapangan dada yang dia miliki juga bisa berlimpah-limpah bagaikan alam semesta, dia akan memiliki energi teramat besar hingga mampu menaklukan segala-galanya. Ketika seseorang bisa menggunakan belas kasihnya untuk mengubah musuhnya, pada saat itu energi semacam itu akan menjadi senjata yang lebih ampuh bila dibandingkan dengan pisau dan pedang.
Dalam khidupan banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita menumpahkan belas kasihan, yang perlu kita kasihani antara lain: yatim piatu, orang-orang jompo yangtidak mempunyai ahli waris, pengemis yang benar-benar tidak mampu bekerj, orang sakit di rumah sakit, orang cacat, masyarakat kita yang hidup menderita dsb. Orang-orang itu umumnya menderita lahir batin dan umumnya sedikit tangan yang menaruh belas kasihan.
Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian, makanan dsb.

J.       Cinta kasih erotis 
Cinta kasih erotis mempunyai arti cinta yang primitif, cinta diartikan sebagai aktivitas hubungan badan. Parameter cinta erotis diukur dari kepuasan biologis. Cinta jenis ini kerap terjadi pada usia remaja, dimana pada masa ini remaja sedang mengalami masa pubertas. Cinta ini membutuhkan kontrl secara menyeluruh, agar mereka yang mengalaminya tidak terjatuh ke dalam hal yang melanggar norma.
Cinta kasih erotis adalah cinta yang cenderung mengarah kepada cinta sepasang insan berlawan jenis. Pada hakikatnya cinta kasih tersebut bersifat eksklusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cita kasih yang paling tidak dapat dipercaya. Cinta kasih erotis mengeksklusifkan cinta kasih terhadap orang lain hanyalah dalam segi-segi fusi erotis dan keikutsertaan dngan semua aspek kehidupan orang-orang lain, tapi bukan dalam arti cinta kasih yang mendalam.cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih, mempunyai satu pendirian, yaitu bahwa seseorang sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamya.

Dengan demikian, baik pandangan bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain daripada perbuatan kemauan. Oleh karena itu, gagasan bahwa hubungan pernikahan mudah saja dapat diputuskan apabila orang tidak bersukses didalamnya, merupakan gagasan bahwa hubungan semacam itu, didalam keadaan apapun tidak boleh diputuskan.